Skolastika
1Raj11:29-32, 12:19, Mzm 81:10-11ab,12-13,14-15, Mrk 7:31-37
Markus 7 : (37) Mereka takjub dan tercengang dan berkata: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.”
Pagi itu telefon berdering di kantor Yakkum, yayasan untuk penyandang cacat. Tidak ada yang menjawab, semua sedang sibuk dengan pekerjaannya. Pak Gunung, kepala petugas lapangan bergegas mengangkatnya. Saya mendengarkan percakapannnya dari meja saya.
Sabrina. Gadis 23 tahun dari Negara,menelepon Yakkum untuk yang ke 5 kali dalam 3 bulan terakhir ini.
“Kapan saya bisa dioperasi? Kapan saya bisa punya kaki baru?”
Kaki baru? Sabrina terlahir dengan kaki yang menekuk ke belakang, sehingga ia harus menggunakan tongkat untuk berjalan, impiannya Cuma 1, punya kaki yang lurus, sehingga ia bisa berjalan normal.
Untuk gadis seumur dia, penampilan menjadi penting.
Pak Gunung pun menghela nafas. Ia ingin sekali bisa membantu Sabrina, namun tidak ada biaya untuk operasi kakinya. Tidak ada pengalokasian dana untuk kasus seperti ini. Operasi hanya diberikan pada anak berusia 10 tahun ke bawah, itupun karena ada dokter dari Belanda yang membantu.
“Usianya sudah 23 tahun, maksimal operasi itu 20 tahun, resiko nya terlalu besar”, kata beberapa ahli tentang operasi.
Sabrina pun tahu kendala tersebut. Berbagai usulan pun datang untuk membantu Sabrina, dari meng-ikhlas-kan saja punya kaki seperti itu, sampai usulan di amputasi saja kaki yang bengkok dan diganti kaki palsu.
“Yayasan di Yogja sebenarnya mau dan bisa, pak. Cuma mereka juga kekurangan biaya. 15 juta ! Pasien harus tinggal di Yogja selama 3 bulan setelah operasi”
15juta, nilai yang cukup banyak untuk Sabrina yang datang dari keluarga Petani.
Mendengar ini, saya tiba tiba berkata spontan,”Saya akan carikan dananya. Saya pastikan Sabrina punya kaki baru sebelum Lebaran tahun ini”. Sabrina beragama Islam, kaki baru akan menjadi hadiah lebaran terindah dalam hidupnya.
Saya tidak punya uang sebanyak itu, saya hanya punya keberanian dan ke’nekat’an ! Saya memeras otak, kemudian datang ide untuk mengadakan fund raising lewat Facebook. Dengan seijin Sabrina, saya memasang foto Sabrina di Facebook saya, dan menulis kisah pendek tentangnya. Dalam 1 minggu, berbagai respon masuk. Bahkan teman teman SD yang sudah lama tidak bertemu memberi komentar dan bersedia membantu. Puji Tuhan dalam waktu singkat, terkumpul 15 juta !
Sabrina pun berangkat ke Yogja, ditemani petugas Yakkum dan salah satu keluarga nya. Sabrina pun diberitahu resiko terburuk setelah operasi. “Saya siap, saya akan ambil resiko itu, saya hanya ingin punya kaki baru”.
Setelah 3 bulan, Sabrina kembali ke Bali, dengan wajah sumringah dan memamerkan kaki barunya. Bulan depan lebaran akan datang. Ini hadiah lebaran terhebat bagi Sabrina.
Saya yakin, Yesus masih menyembuhkan dan membuat keajaiban, melalui tangan tangan donatur, dokter dan Facebook !
Jeff – TajikistanNumber of View :37

Recent Comments