Profil DOJCC

SEJARAH DOJCC BALI

Saat anda membaca ini, mungkin perasaan bingung bercampur heran. Mungkin ada pertanyaan di benak anda, “Komunitas apakah ini?”. Seperti kata pepatah ‘tak kenal maka tak sayang”. Sekilas kami akan ceritakan sedikit mengenai komunitas ini. Dalam berbagai belahan dunia, Tuhan telah membangkitkan banyak komunitas – komunitas Perjanjian sebagai karya Roh Kudus dalam Rahmat Pembaharuan Karismatik Katolik. Komunitas Perjanjian adalah suatu kelompok Kristiani yang dipimpin oleh Tuhan untuk mendekatkan diri mereka kepadaNya antara satu sama lain dalam suatu bentuk komitmen bersama. Tujuannya adalah menghidupkan gaya hidup Kristiani baik dalam keluarga maupun kehidupan pribadi, melalui keterbukaan terhadap karunia – karunia Roh Kudus, doa dan penyembahan, sharing dan pengajaran, dan saling membantu satu sama lain.

Komunitas DOJCC ini awal mulanya adalah gabungan 2 komunitas yaitu Komunitas Disciples of Jesus di Sydney yang berdiri tahun 1979 dan Komunitas Hepzibah yang berdiri di Canberra tahun 1982. Dua komunitas ini bergabung menjadi satu menjadi Komunitas Disciples of Jesus Covenant Community (DOJCC) pada tahun 1994.

Sejak awal tahun 1980-an, Komunitas ini telah bergabung dengan beberapa Komunitas Perjanjian lainnya di seluruh dunia dan menjadi anggota dari Komunitas Perjanjian Karismatik Persaudaraan Katolik dan Persahabatan (Catholic Fraternity of Charismatic Covenant Communities and Fellowships) yang mana diakui sebagai Private Association of the Christian Faithful of Pontifical Rite di Vatican – Roma. Pelayanan Komunitas ini dan misi penjangkauan evangelisasi yang luas telah dikenal di seluruh Australia dan di negara-negara lain.

Dengan usianya yang lebih dari dua dasa warsa ini, Komunitas Perjanjian Murid-murid Yesus telah berkembang pesat dengan ribuan anggota-anggotanya yang menyebar di wilayah Asia Pacific, yakni di seluruh wilayah Australia, Manila, Papua New Guinea Filipina dan Indonesia (Bali) . Sedangkan benih-benih untuk pertumbuhan komunitas ini terus digalakkan, salah satunya melalui APSE (Asia Pacific School of Evangelisation).

Setelah melalui tahap-tahap persiapan, akhirnya Komunitas Perjanjian Murid-murid Yesus ini telah eksis juga di Indonesia dengan pusatnya di Bali. Kehadiran komunitas ini ditandai dengan datangnya John Kennedy, Ketua Umum Komunitas Murid-Murid Yesus di Australia pada tanggal 19 hingga 23 September 2004 dan juga diawali dengan datangnya Fr. Ken Barker, MGL , salah seorang pastor yang menjadi moderator dari Komunitas ini pada tanggal 7 sampai dengan 17 September 2004.

Setelah adanya pembicaraan awal dengan Romo Hady, akhirnya pada hari Selasa, 21 September 2004 John Kennedy didampingi oleh Ketut Herry Respatia dan Yovie Setiawan menghadap Uskup Denpasar, Mgr. Dr. Y.Benyamin Bria, Pr (Alm.) yang didampingi oleh Romo Hubert Hady, Pr sebagai Vikjen Keuskupan Denpasar. Pada saat itu juga dengan senang hati Bapak Uskup menyambut baik dan mengijinkan hadirnya Komunitas Perjanjian Murid-muird Yesus ini di Keuskupan Denpasar. Pada malam harinya telah diterima 12 orang anggota baru yang menyatakan ‘underway’ commitment-nya untuk bergabung di dalam Komunitas Perjanjian Murid-murid Yesus ini. Saat ini baru Bali satu-satunya cabang DOJCC untuk Indonesia. Saat ini DOJCC Bali memiliki kurang lebih 50 anggota underway DOJCC, 17 Imam MGL (salah satunya Rm. Joseph Neonbasu, MGL yang berasal dari Indonesia)

 

SIAPA YANG BOLEH BERGABUNG ?

Anggota DOJCC terdiri dari para Keluarga, Single, Single Selibat, Para Imam, Frater dan Suster. Khusus untuk para imam dan suster, Konggregasi Missionaries of God’s Love (MGL) menjadi bagian dalam DOJCC ini.

Apabila anda tertarik dan merasa terpanggil untuk hidup dalam komunitas anda bisa mengikuti beberapa kegiatan DOJ diatas terlebih dahulu seperti Gathering dan Celebration Meal. Setelah itu anda bisa mengikuti Retret / Seminar Life in the Spirit (Seminar atau Retret Hidup dalam Roh Kudus). Kemudian anda bisa bisa mengikuti Seminar New Way of Life (Seminar Cara Hidup Baru). Setelah itu anda diminta untuk mengisi form Underway Commitment (Form untuk Calon Anggota).

Biasanya antara 2 sd. 3 tahun untuk menjadi anggota underway DOJCC. Setelah itu baru menjadi anggota Covenant Member. Anda diharapkan untuk bisa komit menyediakan waktu untuk mengikuti kegiatan DOJCC.

Di dalam komunitas ini kami ingin bersama-sama hidup meneladani umat gereja perdana yang hidup dalam komunitas kasih persaudaraan yang saling meneguhkan dan menguatkan. Tentu hal ini tidak bisa dicapai dalam hitungan hari namun memerlukan proses untuk belajar saling mengasihi satu sama lain. Namun satu hal, kita akan sungguh merasa bahwa kita mempunyai komunitas yang mempunyai semangat dan harapan yang sama untuk bersama-sama melewati masa kehidupan kita.

 

KEGIATAN DOJ :

  • Gathering (Pertemuan Komunitas) seminggu sekali setiap hari Minggu I, II dan III pk. 11.30 AM di Ruang Sekami Gereja FX – Kuta (Terbuka untuk UMUM)
  • Celebration Meal – Syukuran Makan Bersama pada Sabtu terakhir-sebulan sekali (terbuka untuk UMUM)
  • Misa Komunitas setiap Jumat ke – 5
  • Ziarah, Retret dan Seminar (Terbuka untuk UMUM)
  • Rekreasi (Terbuka untuk UMUM)
  • Sharing Group (2 minggu sekali) yang dibagi dalam Sharing Group Wanita dan Group Pria (Khusus Anggota)
  • Formation Teaching setiap Rabu IV dalam bulan  (Khusus Anggota)

 

CARA MENJADI ANGGOTA DOJ

Apabila anda tertarik dan merasa terpanggil untuk hidup dalam komunitas anda bisa mengikuti beberapa kegiatanDOJ diatas terlebih dahulu seperti Gathering dan Celebration Meal. Setelah itu anda bisa mengikuti Retret / Seminar Life in the Spirit (Seminar atau Retret Hidup dalam Roh Kudus). Kemudian anda bisa bisa mengikuti Seminar New Way of Life (Seminar Cara Hidup Baru). Setelah itu anda diminta untuk mengisi form Underway Commitment (Form untuk Calon Anggota).

Biasanya antara 2 sd. 3 tahun untuk menjadi anggota underway DOJCC. Setelah itu baru menjadi anggota Covenant Member. Anda diharapkan untuk bisa komit menyediakan waktu untuk mengikuti kegiatan DOJCC.

 

BERGABUNG DENGAN DOJ

Di dalam komunitas ini kami ingin bersama-sama hidup meneladani umat gereja perdana yang hidup dalam komunitas kasih persaudaraan yang saling meneguhkan dan menguatkan. Tentu hal ini tidak bisa dicapai dalam hitungan hari namun memerlukan proses untuk belajar saling mengasihi satu sama lain. Namun satu hal, kita akan sungguh merasa bahwa kita mempunyai komunitas yang mempunyai semangat dan harapan yang sama untuk bersama-sama melewati masa kehidupan kita.