DOJCC

Rabu, 1 Februari 2012 : Mujizat Tuhan nyata !

Kandelaria dr SJosef, Maria Anna Vaillot, Odilia Baumgarten
2Sam 24:2,9-17, Mzm 32:1-2,5,6,7, Mrk 6:1-6

Mrk. 6:3 “Lalu mereka kecewa dan menolak Dia”

Perkenalan biasa dimulai dengan nama, asal, orang tua lalu perkerjaan dan pendidikan. Walau ini kulit luar saja dan perlu pengenalan pribadi yang lebih dalam, tidak sedikit yang menilai status sosial sebagai identitas atau kredibilitas mutlak guna mencari pasangan hidup dan pekerjaan. Herannya kalau kita cenderung KKN, Yesus malah ditolak oleh sanak saudaraNya, padahal jelas jelas diluar Dia sudah terbukti. Apa alasan Yesus ditolak?

Orang sekampung Dia tidak percaya bahwa salah satu dari mereka sendiri bisa bermukjizat sedemikian dahsyatnya. Sebenarnya kekecewaan akan identitas Yesus ini mencerminkan penolakan diri sendiri. Ini kecenderungan negatif yang sangat mendasar di setiap manusia. Karena dosa asal kita cenderung rendah diri, bukan rendah hati. Rendah diri itu sama dengan kesombongan yang menilai diri lebih tinggi dari sesama. Kita kurang mengenal diri sendiri, kurang sadar dan ketika melihat yang tidak sesuai langsung menolak. Akibatnya penolakan diri yang terselubung tercermin saat menolak orang lain, sehingga Tuhanpun sendiri yang merendahkan diriNya menjadi sama seperti kita, tidak cukup baik untuk kita.

Bahkan Petrus dan banyak nabi pernah salah menanggapi pangilan Tuhan, “Pakai saja orang lain, saya ini orang berdosa…. saya ini… saya itu…” Fokusnya pada diri sendiri, bukan Tuhan. Tetapi mereka yang mulanya berkecil hatipun sanggup diubah Tuhan, saat sadar bahwa meskipun berdosa atau tidak trampil, tetapi kasih Tuhan itu tidak pandang bulu dan Dialah yang memampukan. Pauluspun berbangga bukan karena kehebatan dirinya, tetapi dalam kerapuhannya, supaya semakin nyata bahwa semua keberhasilan adalah semata-mata tangan Tuhan bekerja.
Mengapa Yesus tidak malu dengan identitas duniaNya yang jauh dari keren, seorang tukang kayu, anak Maria, gadis sederhana? Dia mengenal diriNya sebagai Anak Sang Bapa disurga yang sangat dicintai. Maukah kita diajak untuk lebih aktif mengenal diri kita, lewat surat cinta Allah Bapa dalam Alkitab, lewat persekutuan saudara seiman yang menguatkan, lewat keheningan doa? Bukan lewat televisi yang sering menawarkan janji palsu duniawi.

Ya Yesus, Engkau mengerti bahwa saat kami menolak Engkau, kami sebenarnya kurang mengenal diri sendiri. Ampunilah kesombongan kami dan utuslah Roh KudusMu sehingga kami boleh melihat diri kami sebagaimana Sang Bapa melihat dan mencintai kami apa adanya. Biarlah lewat pengenalan diri kami yang rapuh ini, kami semakin lagi dikuatkan oleh mukjizat kasih setiaMu yang besar setiap hari.

Fr. David, MGLNumber of View :160

One Response

  1. Yovie says:

    Thanks ya Frater David buat renungannya.
    Mantap !!! Sungguh menguatkan
    Yes, agree! we must know and feel HIS love deeper and deeper again..

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Come and Be Blessed !

Sunday Gathering setiap minggu
(kecuali minggu ke-4)
pk. 19.00 - 21.00 wita
Ruang Sekami Gereja Fransiskus Xaverius

Kuta Bali - INDONESIA

Call Centre : 0361 - 85 11223

Switch to our mobile site